Aplikasi Trading Crypto Terbaik

Dalam sepuluh tahun belakang ini, Cryptocurrency atau mata uang kripto menjadi salah satu aset investasi yang paling populer. Bahkan saking populernya, Bitcoin yang merupakan mata uang kripto pertama memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 1000 triliun rupiah dan menempati urutan sepuluh dari seluruh aset di dunia.

Saat ini crypto memang masih dianggap kontroversial oleh kebanyakan orang karena harganya yang cenderung naik turun secara cepat. Namun, banyak sekali anak muda yang mulai berinvetasi mata uang digital ini melalui aplikasi crypto. Berikut rangkuman rekomendasi aplikasi crypto yang paling populer dan terpercaya:

1. Binance

Binance merupakan bursa kripto yang berdiri sejak tahun 2017 dan saat ini menjadi bursa mata uang kripto paling besar di dunia. Sebagai Market exchange yang hanya menyediakan aset kripto, Binance mencapai volume transaksi yang sangat tinggi.

Selain Bitcoin, tersedia juga banyak Altcoin yang potensial dan sudah teruji untuk listing di Binance. Perusahaan yang berpusat di Cayman Islands ini juga memiliki ekosistem yang disebut Binance SmartChain (BEP-20).

Beberapa fitur yang menariknya adalah adanya fitur staking, trading menggunakan laverage dan margin, dan kita bisa mengirim atau memberikan hadiah ke sesama pengguna Binance dengan tanpa biaya. Selain itu, juga tersedia fitur jual beli sesama pengguna (P2P).

Jika kamu memiliki masalah untuk mengakses atau menggunakan aplikasi Binance, kamu bisa menghubungi customer support yang siap membantu 24 jam.

Untuk kekurangannya adalah aplikasi trading crypto ini memang belum berizin untuk beroperasi di Indonesia, sehingga beberapa operator memblokir aplikasi binance. Solusinya kamu bisa memakai anak perusahaannya yang beroperasi di Indonesia dan sudah terdaftar dalam Bapetti, yaitu Tokocrypto.

2. Coinbase Exchange

Coinbase adalah perusahaan platform perdagangan kripto yang didirikan pada bulan Juni 2012 oleh Brian Armstrong dan Fred Ehrsam. Perusahaan ini juga sudah Initial Public Offering (IPO) di pasar saham Amerika Serikat ini menjadi tempat terbaik untuk membeli dan juga menyimpan uang kripto.

Jumlah transaksi setiap harinya tepat berada di bawah Binance ini memang memiliki jumlah koin yang sedikit. Hal ini dikarenakan seleksi yang begitu ketat agar listing untuk menghindari penipuan.

Coinbase juga membantu institusi yang ingin membeli bitcoin atau ethereum, salah satu institusi tersebut adalah perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat. Hal ini tentunya membuat coinbase semakin dipercaya oleh para investor.

Dengan interface yang mudah digunakan dan tersedia juga penukaran instant dari kripto ke uang fiat atau sebaliknya.

3. FTX

Meski baru berdiri pada tahun 2019, perusahaan yangg dirikan oleh Alameda Research, Sam Bankman-Fried dan Gary Wang ini sudah menempati urutan ketiga sebagai bursa kripto di dunia. Perusahaan trading kripto ini juga menyediakan fitur untuk membeli saham-saham dari perusahaan Amerika yang sudah dalam bentuk token, sehingga investor tidak harus membeli dalam jumlah satu lot saham.

Biaya perdagangannya juga jauh lebih murah dari dua market crypto diatas, yaitu 0,02% untuk maker dan 0,07% untuk taker.

FTX juga menyediakan fitur laverage atau futures yang sama seperti binance yang menggunakan Isolated Margin dan Cross Margin. Selain itu, fitur staking juga sudah tersedia di aplikasi trading kripto FTX.

4. Indodax

Indodax adalah marketplace kripto pertama yang hadir di Indonesia dan didirkan oleh Oscar Darmawan pada tanggal 14 Februari 2014. Aplikasi trading kripto ini sangat direkomendasikan untuk pemula yang mencoba berdagang atau berinvestasi kripto.

Perusahaan yang berasal dari Indonesia ini juga sudah terdaftar dalam Bapebtti, sehingga kamu bisa leluasa mengakses dan trading menggunakan aplikasi indodax.

Kekurangannya adalah biaya transaksi yang lumayan mahal jika memilih langsung instan beli, yaitu 0,3%. Hal ini membuat pengguna memilih pindah ke bursa kripto lainnya.

5. Tokocrypto

Tokocrypto adalah perusahaan perdagangan cryptocurrency yang berdiri sejak tahun 2017 oleh Pang Xue Kai  dan mulai beroperasi secara resmi di Indonesia pada tahun 2019. Aplikasi trading crypto yang mendapatkan suntikan darna dari Binance ini memiliki tampilan yang lebih sederhana daripada Binance.

Untuk tampilan candlesticknya memang masih kalah bagus dari Indodax, tetapi untuk tampilan user interfacenya juga ramah untuk pemula yang ingin trading crypto.

Dengan biaya perdagangan yang lebih murah, yaitu hanya 0,1% membuat tokocrypto langsung memiliki banyak member dari Indonesia. Apalagi Tokocrypto juga sudah terdaftar dari Bapebtii atas nama PT. Aset Digital Berkat.