Hisam Berani mencoba rajin belajar dan berbagi untuk masa depan

Teori Masuknya Agama Hindu-Buddha di Indonesia

1 min read

Teori Masuknya Hindu-Budha di Indonesia

Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang sejarah juga namun sedikit berbeda, yaitu tentang Sejarah Hindu-Buddha di Indonesia. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dalam bab tersebut salah satunya yaitu Teori yang menyatakan proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Berikut penjelasan lengkapnya :

Teori Brahmana

Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Van Leur. Inti dari teori Brahmana adalah golongan Brahmana yang telah menyebarkan agama dan kebudayaan India ke Indonesia.

Dalam teori brahmana, para penguasa Indonesia mengundang para brahmana untuk datang ke Indonesia. Kemudian atas undangan ini para Brahmana datang ke Indonesia.

Para Brahmana juga memimpin pelaksanaan upacara vratyastoma setelah sampai di Indonesia.

Upacara vratyastoma adalah upacara dalam agama Hindu yang dilakukan apabila ada seorang pengikut Hindu yang melakukan kesalahan sehingga dia dikeluarkan dari kastanya.

Dia akan dapat diterima kembali oleh kastanya apabila sudah mengikuti upacara vratyastoma. Pelaksanaan upacara ini harus dipimpin oleh seorang Brahmana.

Oleh karena undangan itu, mereka membawa kebudayaan kasta tertinggi dari golongan brahmana dan mereka kenalkan di Indonesia.

Teori Ksatria

Menurut R.C. Majundar, munculnya kerajaan atau pengaruh Hindu di Kepulauan Indonesia disebabkan oleh peranan para prajurit India atau disebut Kaum Ksatria. Para prajurit ini diduga melarikan diri dari India dan mendirikan kerajaan-kerajaan di Kepulauan Indonesia dan Asia Tenggara.

Teori ini juga didukung oleh F.D.K. Bosch.

Teori Waisya

Teori yang dikemukakan oleh  N.J Krom ini, Teori Waisya menyatakan bahwa para pedagang yang datang dari India tidak hanya berdagang tapi juga membawa adat budaya negaranya.

Menurut N.J. Krom, kaum pedagang merupakan golongan yang terbesar yang datang ke Indonesia. Pada umumnya, mereka tinggal menetap di Indonesia dan kemudian menyebarkan kebudayaan India melalui hubungan dengan penguasa-penguasa kerajaan di Indonesia.

Sehingga kaum pedagang ini memiliki peranan yang penting dalam proses penyebaran agama dan kebudayaan dari India.

N.J. Krom juga mengungkapkan adanya perkawinan antara para pedagang tersebut dengan wanita Indonesia. Sehingga dalam teori waisya, perkawinan dianggap menjadi saluran penyebaran yang sangat penting.

Teori Sudra

Diduga peperangan yang terjadi di India telah mengakibatkan golongan sudra menjadi orang-orang buangan. Teori ini menyatakan bahwa yang menyebarkan agama Hindu ke Indonesia merupakan orang-orang India yang berkasta sudra.

Alasan mereka pergi dari India ke Indonesia karena dianggap sebagai orang-orang buangan dan hidup hanya sebagai budak, sehingga mereka ke Indonesia untuk merubah kehidupannya.

Teori sudra didukung oleh Von van Faber.

Teori Arus Balik

Teori arus balik ini didukung oleh sejarahwan Van Leur, menurutnya proses masuknya agama Hindu-Buddha dan kebudayaan India tak lepas dari peran orang Indonesia sendiri.

Orang dari Indonesia tersebut ialah para pedagang yang penasaran akan Agama Hindu-Buddha dan kebudayaan India. Para pedagang ini pergi langsung ke India untuk belajar dan tinggal selama beberapa waktu, kemudian kembali ke Indonesia membawa agama dan kebudayaan India lalu menyebarkannya kepada masyarakat sekelilingnya.

Baca juga :

Kelebihan dan Kekurangan Pada Masa Orde Baru.

Demikian materi tentang Teori Masuknya Hindu-Buddha di Indonesia, jangan lupa baca artikel Sejarah yang lain di blog ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Hisam Berani mencoba rajin belajar dan berbagi untuk masa depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *